EN | ID BISNIS
Bank Papua Jalin Kerjasama Dengan Artajasa Untuk Layanan Outsource Switching

Bank Papua Jalin Kerjasama Dengan Artajasa Untuk Layanan Outsource Switching
Posted November 25, 2016

Jayapura, 25 November 2016

Perkembangan dan persaingan di industri perbankan yang semakin ketat, membuat para pemain di industri tersebut kini berlomba untuk menciptakan layanan yang efektif dalam menggerakkan seluruh lini kegiatan bisnis bank. Teknologi Informasi (TI) menjadi sebuah kebutuhan bisnis yang wajib dimiliki perbankan demi menjaga eksistensinya. Karena dengan pengusaaan TI maka perbankan akan memperoleh sistem perbankan yang mudah, simpel, cepat dan aman namun tetap berkualitas.

Hal ini yang dipandang serius oleh PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) dalam menjawab tantangan industri perbankan ke depan. Dan pada hari ini (25/11) Bank Papua menjalin kemitraan yang strategis dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), perusahaan penyedia layanan sistem pembayaran terdepan di Indonesia, dalam bentuk Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk Layanan Outsource Switching. Bertempat di Kantor Pusat Bank Papua, penandatanganan PKS ini dilaksanakan langsung oleh Sharly Andris Parrangan, SE – Plt. Direktur Utama Bank Papua dan Anthoni Morris – Business Director Artajasa.

Menurut Sharly Andris Parrangan, sebagai tuan rumah di wilayahnya Bank Papua perlu diperkuat dukungan teknologi untuk menciptakan pelayanan yang baik kepada nasabah. “Perbaikan di sisi produk terus kami lakukan, baik menyangkut pelayanan maupun dukungan teknologi. Untuk itu, Bank Papua harus lebih fokus dengan core business-nya dalam mengembangkan produk-produk perbankan. Sementara pengelolaan switching diserahkan kepada pihak ketiga, seperti Artajasa pada saat ini,” jelasnya.

Sementara itu Anthoni Morris mengatakan Outsource switching merupakan salah satu layanan Artajasa kepada bank dalam pengembangan dan pengoperasian sistem switching sebagai jembatan antara core banking dengan delivery channel dan service provider sesuai dengan kebutuhan bank. “Dengan Outsource Switching ini bank tak perlu repot menyiapkan tenaga TI khusus dalam jumlah banyak. Sebab, pihak Artajasa sebagai penyedia jasa switching ini tidak hanya menghubungkan core banking di bank dengan delivery channel dan service provider yang pihak luar (external party), tapi juga melakukan monitoring dan mengelola content management system (CMS). Tentunya dengan hal ini akan menciptakan efisiensi di sisi Bank Papua,” katanya.

Dengan implementasi layanan Outsource Switching ini, secara operasional keuntungan yang akan dirasakan oleh bank diantaranya adalah sistem switching dan sistem support dapat diimplementasikan dengan cepat di bank. Selain itu, kapasitas dan performansi yang tinggi sehingga dapat mendukung perkembangan bank. Bank juga dapat melakukan pengembangan dan penambahan fitur sesuai dengan kebutuhannya cepat serta fungsi operasional dan monitoring terhadap sistem switching sehingga bank dapat fokus ke pengembangan produk miliknya.

Anthoni Morris menambahkan layanan Outsource Switching yang ditawarkan kepada perbankan telah mencakup sistem DRC (Disaster Recovery Center), dimana hal ini telah sesuai dengan aturan dari Bank Indonesia (BI) bahwa data center harus memiliki fasilitas DRC. Sehingga dapat dikatakan layanan Outsource Switching ini pun telah memenuhi standar security yang mumpuni untuk TI.

Selain Bank Papua, Layanan Outsource Switching Artajasa ini juga telah melayani beberapa perbankan diantaranya Bank BPD Kalimantan Selatan, Bank BPD Sulawesi Tenggara, Bank QNB Indonesia, Bank Jambi, Bank Bumi Artha, Bank Ina Perdana, Bank Nusa Tenggara Barat, Bank Dinar, Bank BTPN Syariah, dan Bank Mandiri Taspen Pos.